logo

PA Bojonegoro Terima Hibah Gedung dari Pemkab Bojonegoro

Langkah nyata dalam upaya peningkatan pelayanan publik terus diperkuat oleh Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro. Terbaru, PA Bojonegoro resmi menerima hibah aset berupa gedung yang berlokasi di Jalan Pattimura dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.
PA Bojonegoro Terima Hibah Gedung dari Pemkab Bojonegoro

PA Bojonegoro Dapatkan Renovasi Gedung 2 Lantai

Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro tengah memulai babak baru dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan bagi para pencari keadilan. Setelah resmi menerima hibah tanah dan bangunan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro,
PA Bojonegoro Dapatkan Renovasi Gedung 2 Lantai

PA Bojonegoro Sabet Gelar Juara Umum PTA Surabaya Award 2026

Momentum bulan suci Ramadan 1447 H menjadi saksi sejarah bagi Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro. Setelah melalui dedikasi panjang sepanjang tahun 2025, PA Bojonegoro berhasil mengukuhkan dominasinya dengan menyabet gelar Juara Umum
PA Bojonegoro Sabet  Gelar Juara Umum PTA Surabaya Award 2026

PA Bojonegoro Terima Dana Penambahan Bangunan 1 Lantai dari Pemkab di TA 2026

Sinergi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dan Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik terus berlanjut.
PA Bojonegoro Terima Dana Penambahan Bangunan 1 Lantai dari Pemkab di TA 2026

20210831112634

20210831121314

20210831113426

20210831121702

20210831114318

 

 

 

20210831121001

20210831122158

20210831122517

20230529115207

20230615100936

  • Pengumuman Terbaru
  • Pengembalian Sisa Panjar Perkara Secara Online
  • Program Prioritas
  • Zona Integritas
  • Panggilan Ghaib dan Istbat Nikah

Program Prioritas Ditjen Badilag 2026

 

BANNER WEB

DAFTAR PANGGILAN GHAIB

No.

Nama Pihak

Nomor Perkara

Tanggal Sidang

Relaas

1.

DENDRI ASEP ANDRIANA BIN SURYANA 2620/Pdt.G/2025/PA.Bjn Selasa, 07 April 2026 Download File

2.

UBAIDILLAH CHOIRI BIN BUDI SANTOSO 2677/Pdt.G/2025/PA.Bjn Senin, 13 April 2026 Download File
3. NYOTO PRASTYO BIN SUWARDI 113/Pdt.G/2026/PA.Bjn Rabu, 08 April 2026 Download File
4. WUJUD KHAIRI ALI BIN WAHID 379/Pdt.G/2026/PA.Bjn Kamis, 04 Juni 2026 Download File
5. FARIS FIBRIANTO BIN M. SHOLICHIN 409/Pdt.G/2026/PA.Bjn Senin, 08 Juni 2026 Download File
6.

ANIK AZIZAH , S.Pd. BINTI MOCH SULCHAN

WUJUD KHAIRI ALI BIN WAHID

379/Pdt.G/2026/PA.Bjn Kamis, 04 Juni 2026 Download File
7.

SITI AINUR ROFIAH BINTI SUNARDI

FARIS FIBRIANTO BIN SHOLICHIN

409/Pdt.G/2026/PA.Bjn Senin, 08 Juni 2026 Download File
8.

RADI BIN RAMBI

MUTIARA YAHYA BINTI JAHYA SUSENO

204/Pdt.G/2026/PA.Bjn Rabu, 13 Mei 2026 Download File
9

NENIN MERIYATI BINTI ZAINUR RACHMAN

IMAM ROHMAT BIN MUKAROM

496/Pdt.G/2026/PA.Bjn Selasa, 30 Juni 2026 Download File
10 ACHMAD BIN SUGENG SANYOTO 392/Pdt.G/2026/PA.Bjn Senin, 13 Juli 2026 Download File
11 RANGGA ARLIEA BIN IRAWAN YOKO 516/Pdt.G/2026/PA.Bjn Selasa, 14 Juli 2026 Download File

PENGUMUMAN ISTBAT NIKAH

No.

Nama

Nomor Perkara

Tanggal Sidang

Relaas

1. 

Sunar bin Ngusdan dengan Sarmi binti Sarjono  79/Pdt.G/2026/PA.Bjn 27 Januari 2026  Download File
2. Suratman bin Tamin dengan Juwarni binti Samin 5/Pdt.P/2026/PA.Bjn 27 Januari 2026 Download File
3. Muhdi Bin Waidin dengan Murtafiah Binti Nursam 79/Pdt.P/2026/PA Bjn 27 Januari 2026 Download File
4. Sapuan bin Wajib dengan Malikah binti Tarmidi 6/Pdt.G/2026/PA.Bjn 29 Januari 2026 Download File
5. Raminah binti Rakidi dengan Parno bin Jayadi 17/Pdt.G/2026/PA.Bjn 29 Januari 2026 Download File
6.  Hartini binti Yadi dengan Mustakim bin Sukiman 213/Pdt.G/2026/PA.Bjn  4 Februari 2026   Download File
7. Abdul Azizi bin Masturi dengan Yayuk Tri Utami binti Mudjayin 231/Pdt.G/2026/PA.Bjn 5 Februari 2026 Download File
8. Alwi bin Amin dengan Masni binti Lantip 80/Pdt.P/2026/PA.Bjn 2 Maret 2026  Download File
10. Yoso bin Kapudoyo dengan Sari binti Kadi 108/Pdt.P/2026/PA.Bjn 10 Maret 2026  Download File
11. Kasiatin binti Kasimin dengan Jakimun bin Sangkrah 509/Pdt.P/2026/PA.Bjn  6 Maret 2026 Download File
12. Karmo bin Kasman dengan Kiswati binti Kasdi 140/Pdt.P/2026/PA.Bjn 30 Maret 2026 Download File
13. Bagus Priambodo bin Widagdo dengan Meyesa Eren Dicano binti Ardi Catur Hartono 155/Pdt.P/2026/PA.Bjn 02 April 2026 Download File
14. Tarsi binti Yakur dan Suyitno bin Sukri 619/Pdt.P/2026/PA.Bjn 7 April 2026 Download File
15. Heri Purwanto bin Sadar dan Mei Rinawati binti Jumadi 175/Pdt.P/2026/PA.Bjn 16 April 2026 Download File 
16 Zumrotul Faizyah binti Suparlin dan Lucky Wahyu Susilo bin Lusianto 942/Pdt.P/2026/PA.Bjn 14 April 2026 Download File
17 Umi Kasanah binti Parkuri dan Wijining binti Sugito 1269/Pdt.G/2026/PA.Bjn 10 Juni 2026 Download File
18 Gunawan bin Sagi dan Parti binti Waidi 275/Pdt.G/2026/PA.Bjn 23 Juni 2026 Download File
 

 

 

Drs.H.Sholikhin Jamik,SH., M.H.

Di suatu pagi Samijo dan Sukidi pemuda lugu dari desa itu pergi ke kota, betapa terkejutnya tatkala membaca koran Jawa Pos tanggal 20 Juni 2008 hal 10. yang berjudul “ Setahun untuk 4 wakil rakyat “. Berita di koran itu berisi di Kabupaten Nganjuk ada 4 wakil rakyat periode 1999-2004 yang bernama  Ali Fauzan, Enceng Mahfudin, Wachid Djarwono, dan Adi Soetjipto di vonis satu tahun penjara karena korupsi Anggaran Rumah Tangga Dewan (ARTD). Dalam hati Samijo dan Sukidi bergejolak mengapa hal itu bisa terjadi, karena orang-orang itu tokoh Agama yang sangat disegani di Kabupaten Nganjuk, apalagi Ali Fauzan, dia pemimpin Organisasi Islam terbesar di kabupaten Nganjuk, lingkungannya santri dan sejak kecil tidak pernah meninggalkan sholat.

Selesai membacara koran itu Samijo dan Sukidi masih belum percaya, mengapa hal itu bisa terjadi, mengapa fenomena moral ganda itu benar-benar terjadi di tengah-tengah umat Islam Indonesia yang tentu diyakini masih beribu-ribu peristiwa senada dalam kehidupan ini. Padahal agama Islam sangat melarang umatnya berbuat seperti itu. Dimana peran agama dalam mengendalikan prilaku umatnya. Bukankah dalam surat Al-ankabut ayat 45 di firmankan “ Sesungguhnya sholat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar “.?. Mengapa dalam masyarakat banyak terjadi kontradiksi sikap, antara sikap kepatuhan terhadap agama ( baca rajin sholat) dengan prilaku sosial yang sama sekali bertentangan dengan titah-titah agama itu sendiri. Satu sisi seseorang selalu patuh menjalankan ibadah ritual ( baca Rajin Sholat) tetapi di lain pihak banyak melakukan hal-hal yang di larang agama. Sebagai contoh kasus diatas dia rajin sholat, namun bersamaan itu dia seorang koruptor yang bisa saja sholatnya tidak diterima. Lantas apa ukurannnya sholat seseorang itu bisa diterima oleh Allath SWT. Apakah orang yang sholatnya diterima itu ada hubungannnya dengan sikap sosial seseorang ?.

Saya mencoba menjawab kasus tersebut dimulai dengan hadis-hadis Rasulullah Saw. yang ada hubungannya dengan shalat dan ada pula hubungannya dengan kemasyarakatan.

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda, "Akan datang suatu zaman di mana orang-orang berkumpul di masjid untuk shalat berjamaah tetapi tidak seorang pun di antara mereka yang mukmin." Rasulullah Saw. juga bersabda, "Nanti akan datang suatu zaman di mana seorang muazin melantunkan azan, kemudian orang-orang menegakkan shalat, tetapi di antara mereka. tidak ada yang mukmin" (Kanzul 'Ummal, hadis ke-3110).

Sabda-sabda Rasulullah yang mulia di atas jelas menarik bagi kita. Akan muncul pertanyaan di benak kita, "Mengapa shalat yang mereka lakukan tidak dianggap sebagai tanda seorang mukmin? Dan mengapa orang yang melakukan shalat di masjid itu tidak dihitung sebagai mukmin?"

Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan menunjukkan tanda-tanda seorang mukmin. Shalat bukan-lah tanda bahwa seseorang yang melakukannya dapat disebut sebagai mukmin, tetapi ia merupakan tanda bahwa yang melakukannya adalah seorang Muslim. Oleh karena itu, tanda seorang mukmin ialah shalat ditambah dengan syarat yang lainnya.

Saya ingin menyebutkan karakteristik seorang mukmin yang dimuat dalam Shahih Bukhari  Rasulullah yang mulia bersabda, Pertama, barangsiapa yang beriman (mu'min) kepada Allah dan Hari Akhir, hendaknya dia menghormati tetang-ganya. Kedua, barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir hendaknya dia senang menyambungkan tali per-saudaraan. Ketiga, barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir hendaknya dia berbicara yang benar; dan kalau tidak mampu berbicara dengan benar, maka lebih baik dia ber-diam diri.Keempat, tidak dianggap sebagai orang beriman apabila seseorang tidur dalam keadaan kenyang, sementara para tetangganya kelaparan di sampingnya.

Dengan hanya mengambil empat macam hadis di atas, Anda melihat bahwa tanda seorang mukmin itu terlihat dari tanggung jawabnya di tengah-tengah masyarakatnya. Kalau dia menghormati tetangganya, menyambungkan tali persaudaraan, dan berbicara dengan benar, atau memiliki keprihatinan di antara penderitaan yang dirasakan oleh saudaranya di sekitarnya, maka barulah dia boleh dikatakan sebagai seorang mukmin.

Jadi, dengan kata lain, Rasulullah Saw. menyebutkan bahwa nanti akan datang suatu zaman, orang-orang berkumpul di masjid untuk mendirikan shalat tetapi tidak akur dengan tetangganya, yaitu tidak menyambungkan tali persaudaraan di antara kaum Muslim. Mereka menyebarkan fitnah dan tuduhan yang tidak layak terhadap kaum Muslim. Mereka melaksanakan shalat tetapi tidak sanggup mengatakan kalimat yang benar. Mereka melakukan shalat tetapi acuh tak acuh dengan penderitaan yang dirasakan oleh sesamanya. Kata Rasulullah, mereka adalah orang-orang yang melakukan shalat, tetapi sebetulnya tidak dihitung sebagai orang yang melakukan shalat. Rasulullah Saw. juga pernah bersabda, "Ada dua orang umatku yang melakukan shalat, yang rukuk dan sujudnya sama, akan tetapi nilai shalat kedua orang itu jauhnya antara langit dan bumi." Dalam hadis qudsi, juga disebutkan mengenai orang-orang yang diterima shalatnya oleh Allah Swt., "Sesungguh nya Aku (Allah Swt.) hanya akan menerima shalat dari orang yang dengan shalatnya itu dia merendahkan diri di hadapan-Ku. Dia tidak sombong dengan makhluk-Ku yang lain. Dia tidak mengulangi maksiat kepada-Ku. Dia. menyayangi orang-orang miskin dan orang-orang yang menderita. Aku akan tutup shalat orang itu dengan kebesaran-Ku. Aku akan menyuruh malaikat untuk menjaganya. Dan kalau dia berdoa kepada-Ku, Aku akan memperkenankannya. Perumpamaan dia dengan makhluk~Ku yang lain adalah seperti perumpamaan firdaus di surga."

Dalam hadis qudsi tersebut disebutkan bahwa tanda-tanda orang yang diterima shalatnya oleh Allah Swt., adalah: Pertama, dia datang untuk melaksanakan shalat dengan merendahkan diri kepada-Nya. Dalam Al-Quran, keadaan seperti itu disebut dengan khusyu'. Dan shalat yang khusyu' adalah salah satu tanda orang yang mukmin. Yang disebut dengan shalat yang khusyu' itu bukan yang tidak ingat apa pun. Karena orang yang tidak ingat apa pun itu disebut pingsan. Diriwayatkan bahwa Sayyidina Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah, apabila hendak melakukan shalat, tubuh-nya gemetar dan wajahnya pucat pasi. Sehingga ketika ada orang yang bertanya kepadanya, "Mengapa Anda ya Amirul Mukiminin?" Sayyidina Ali menjawab, "Engkau tidak tahu bahwa sebentar lagi aku akan menghadapi waktu amanah." Kemudian, Sayyidina Ali membacakan sebuah ayat Al-Quran, “Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya. Dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh (QS 33: 72), Kemudian Sayyidina Ali melanjutkan ucapannya, "Sha­lat adalah suatu amanat Allah yang pernah ditawarkan kepada langit, bumi, dan bukit untuk memikulnya. Tetapi, mereka menolaknya dan hanya manusia yang sanggup memikulnya. Memikul amanat berarti mengabdi kepada-Nya." Kedua, dia tidak sombong dengan makhluk-Ku yang lain. Jadi, tanda orang yang diterima shalatnya ialah tidak takabur. Takabur, menurut Imam Al-Ghazali, ialah sifat orang yang merasa dirinya lebih besar daripada orang lain. Kemudian ia memandang enteng orang lain itu. Boleh jadi, ia bersikap demikian dikarenakan ilmu, amal, keturunan, kekayaan, anak buah, atau kecantikannya.

Kalau Anda merasa besar karena memiliki hal-hal itu dan memandang enteng orang lain, maka Anda sudah ta­kabur. Dan shalat Anda tidak diterima. Bahkan dalam hadis lain disebutkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda, "Takkan masuk surga seseorang yang dalam hatinya ada rasa takabur walaupun sebesar debu saja." Biasanya masyarakat akan menjadi rusak kalau di tengah-tengah masyarakat itu ada orang yang takabur. Ke­mudian takabur itu ditampakkan untuk memperoleh perlakuan yang istimewa. Dan anehnya, seringkali sifat ta­kabur ini menghinggapi para aktivis masjid atau aktivis kegiatan keagamaan. Mereka biasanya takabur dengan ilmunya dan menganggap dirinya paling benar.Ketiga, tanda orang yang diterima shalatnya ialah orang yang tidak mengulangi maksiatnya kepada Allah Swt. Nabi yang mulia bersabda, "Barangsiapa yang shalatnya tidak mencegahnya dari kejelekan dan kemungkaran, maka shalatnya hanya akan menjauhkan dirinya dari Allah Swt." Dalam hadis yang lain, Rasulullah Saw. bersabda, "Nanti, pada Hari Kiamat, ada orang yang membawa shalatnya di hadapan Allah Swt. Kemudian shalatnya diterima dan dilipat-lipat seperti dili-pat-lipatnya pakaian yang kotor dan usang. Lain shalat itu dibantingkan ke wajahnya." Allah tidak menerima shalat itu karena shalatnya tidak dapat mencegah perbuatan maksiatnya setelah ia melakukan maksiat tersebut. Bukankah Al-Quran telah mengatakan, ...Sesungguhnya shalat mencegah dariperbuatan-perbuatan keji dan mungkar,..(QS 29:45). Keempatorang yang diterima shalatnya ialah orang yang menyayangi orang-orang miskin. Kalau diterjemahkan dengan kalimat modern, hal ini berarti orang yang mempunyai solidaritas sosial. Dia bukan hanya melakukan rukuk dan sujud saja, tetapi dia juga memikirkan penderitaan sesamanya. Dia menyisihkan sebagian waktu dan rezekinya untuk membahagiakan orang lain.

Kalau dalam shalat Anda, Anda sudah merasakan kebesaran Allah dan tidak takabur; dan kalau Anda sudah tidak mengulangi perbuatan maksiat sesudah shalat; dan kalau Anda sudah mempunyai perhatian yang besar terhadap kesejahteraan orang lain, maka Allah akan melindungi Anda dengan jubah kebesaran-Nya. Allah akan memberi-kan kepada Anda kemuliaan dengan kemuliaan-Nya, dan akan membungkus Anda dengan busana kebesaran-Nya. Di samping itu, Allah akan menyuruh para malaikat untuk menjaga Anda; dan para malaikat itu akan berkata sebagai-mana yang disebutkan dalam Al-Quran.

Penulis: Panitera Pengadilan Agama Bojonegoro

Jadwal Sidang  

Santan Terindah  

Aplikasi Pendukung

20181015041140 20181015044938 20181015045006 20181015045036 20181015045131

20181015045217 20181015045242 20181015045303 20181015045329 20191004131149

20191008074832 20210831124953 20220915083108 20200428095927 20200428095989

 

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Bojonegoro Klas IA

Jalan MH. Thamrin No.88
Bojonegoro,
Jawa Timur

(0353) 881235
(0353) 892229

085117437497 (WA Center)

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Instagram   fb   youtube   twitter

Tautan Pengadilan

Pengadilan Agama Bojonegoro@2024