(0353) 881235 pabojonegoro@gmail.com delegasi.pabojonegoro@gmail.com
Memuat jam...

Empat Bulan, 832 Istri Gugat Suami dan 271 Suami Talak Istri di Bojonegoro

Empat Bulan, 832 Istri Gugat Suami dan 271 Suami Talak Istri di Bojonegoroilustrasi Perceraian (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Retaknya rumah tangga pasangan di Bojonegoro masih menjadi perkara yang menyita perhatian. Hingga April 2026, Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro telah mencatat 1.103 perkara perceraian yang masuk.

Dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan cerai gugat yang diajukan pihak istri sebanyak 832 perkara, sementara cerai talak tercatat 271 perkara. Hal ini menunjukkan tren dominasi gugatan dari pihak perempuan.

Di balik tingginya angka tersebut, faktor perselisihan dan pertengkaran terus-menerus menjadi penyebab paling dominan, yakni mencapai 413 kasus. Angka ini melampaui faktor lain yang juga tercatat dalam data pengadilan.

Panitera PA Bojonegoro Sholikin Jamik menjelaskan, perselisihan dalam rumah tangga umumnya tidak berdiri pada satu sebab, melainkan akumulasi berbagai persoalan.

Sholikin sapaannya mencontohkan, persoalan nafkah masih menjadi salah satu pemicu, baik karena tidak terpenuhi maupun dianggap kurang mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, konflik juga kerap dipicu campur tangan pihak ketiga, terutama dari keluarga, yang memperkeruh hubungan suami istri. Namun, perselingkuhan menjadi salah satu faktor paling banyak.

“Tapi yang amat sangat banyak itu justru perselingkuhan, termasuk ada indikasi punya WIL (wanita idaman lain) maupun PIL (pria idaman lain),” terangnya.

Tidak hanya itu, lanjutnya, gaya hidup konsumtif hingga kebiasaan berutang tanpa sepengetahuan pasangan turut memperbesar potensi konflik dalam rumah tangga.

“Punya utang tanpa sepengetahuan istri atau laki-laki juga ada,” tambahnya. 

Selain faktor perselisihan, data PA Bojonegoro juga mencatat penyebab lain seperti ekonomi, judi, meninggalkan pasangan, hingga kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), meski jumlahnya tidak sebesar konflik berkepanjangan. (ewi/msu)

Sumber : https://radarbojonegoro.jawapos.com/hukum-kriminal/2605140004/empat-bulan-832-istri-gugat-suami-dan-271-suami-talak-istri-di-bojonegoro?page=2

Tarwiyah, Saatnya Merenung

 

Oleh Sholikin Jamik

Hari Tarwiyah itu tanggal 8 Dzulhijjah. Hari itu jamaah haji mulai bergerak dari Mekah ke Mina. “Harus” ke sana bukan karena wajib fi’li, tapi karena itu sunnah Nabi ? dan bagian dari rangkaian manasik.

1. Arti Tarwiyah

Kata Tarwiyah dari kata rawiya = memberi minum sampai puas.

Asal-usul penamaan
Zaman dulu, jamaah & hewan kurban belum bawa air banyak. Mereka berhenti di Mina tanggal 8 Dzulhijjah untuk minum, mengisi bekal air, dan istirahat sebelum ke Arafah yang tandus. Jadi “hari memberi minum”.

Ada juga riwayat: Nabi Ibrahim bermimpi menyembelih Ismail tanggal 8 Dzulhijjah. Beliau tarawwa = merenung, mikir: “Ini mimpi dari Allah atau bukan?”. Dari situ disebut Tarwiyah.

2. Dalil & Sunnah Nabi ?

Nabi ? berangkat ke Mina tanggal 8 Dzulhijjah setelah salat Zhuhur, lalu bermalam di sana.

Jabir bin Abdillah berkata: “Nabi ? memerintahkan kami ketika hendak berangkat ke Mina agar berihram. Kami berangkat ke Mina, lalu salat Zhuhur, Ashar, Maghrib, Isya, dan Subuh di sana. Kemudian beliau berangkat ke Arafah setelah matahari terbit” [HR. Muslim].

Jadi yang “harus” dilakukan bukan nginap di Mina itu sendiri, tapi wukuf di Arafah tanggal 9. Nginap di Mina tanggal 8 adalah sunnah muakkadah, mengikuti Nabi.

3. Hikmah kenapa ada hari Tarwiyah

a. Persiapan fisik & mental
Perjalanan Mekah-Arafah 22 km dulu jalan kaki. Butuh istirahat di Mina biar kuat wukuf besoknya. Sekarang pakai bus juga tetap butuh jeda. Kalau langsung dari Mekah ke Arafah tanggal 9, jamaah kelelahan dan nggak khusyuk.

b. Latihan hidup sederhana
Di Mina nggak ada hotel mewah. Tenda, berdesakan, panas. Itu latihan: “Hidup ini sementara. Aku bisa hidup cukup dengan tenda & roti”. Mirip Padang Mahsyar nanti.

c. Pemisah antara umrah & haji
Bagi yang haji Tamattu’, tanggal 8 itu momen ganti mode dari umrah selesai, masuk manasik haji. Ihram haji dimulai lagi, talbiyah dikumandangkan lagi.

d. Mengikuti sunnah Ibrahim & Muhammad
Kita ulang lagi kisah Ibrahim yang mikir semalaman sebelum menyembelih Ismail. Kita juga mikir semalaman di Mina: “Besok aku mau ngomong apa di hadapan Allah di Arafah?”

4. Kalau tidak ke Mina tanggal 8, bagaimana?

Hukumnya: Tidak apa-apa, haji tetap sah.*
Yang rukun itu wukuf Arafah tanggal 9. Nginap di Mina malam Tarwiyah itu sunnah.

Tapi sekarang karena padat, banyak jamaah Indonesia langsung berangkat ke Arafah malam 8 Dzulhijjah biar dapat tempat. Itu boleh, asal jangan tinggal wukuf.

5. Yang dilakukan di hari Tarwiyah

1. Salat 5 waktu qashar tanpa jama: Zhuhur 2 rakaat, Ashar 2 rakaat, dst. Sesuai sunnah
2. Perbanyak talbiyah: “Labbaik Allahumma labbaik…”
3. Dzikir, tilawah, muhasabah: Besok Arafah, hari paling penting. Siapkan doa
4. Istirahat: Simpan tenaga untuk wukuf

Intinya:*
Tarwiyah bukan rukun, tapi pos istirahat yang Nabi ajarkan. Posisi kita kayak musafir mau ketemu Raja. Malamnya nginap dulu, mandi, siap-siap, biar besok pas ketemu Raja di Arafah, hati dan badan siap.

Sumber : https://upwarta.com/tarwiyah-saatnya-merenung/

 

Oleh; Sholikin Jamik

Itulah mengapa memulai umrah jamaah haji KBIHU Masyarakat madani besuk hari senin tgl 11 Mei 2026 harus memakai ihram ?

Ada 3 alasan utama dalil, hikmah, dan syarat sah.

1. Karena perintah Nabi ? = Dalil

Rasulullah ? bersabda: _“Hendaknya salah seorang diantara kamu ketika berihram memakai kain dan selendang serta dua sandal”_ [HR. Ahmad]

Waktu haji Wada’, Nabi ? juga ihram dengan 2 helai kain putih tanpa jahitan. Para sahabat ikut begitu. Jadi ini _sunnah fi’liyah_ yang jadi syarat mulai manasik.

2. Hikmah baju ihram

a. Simbol persamaan di hadapan Allah

Kain ihram putih, sederhana, tanpa status. Pejabat, kyai, pedagang, semua sama. Nggak ada jas, batik, atau pangkat. Di Padang Mahsyar nanti kita juga bangkit cuma pakai kain kafan. Ihram melatih itu dari sekarang.

b. Meninggalkan kemewahan dunia

Pakaian berjahit, wangi-wangian, hiasan adalah lambang dunia. Ihram hakekatnya melepas itu semua. Tanda kita fokus total ke Allah. Kata Imam Syafi’i: “Ihram itu matinya syahwat dunia”.

c. Pengingat bahwa sedang ibadah khusus

Begitu pakai ihram, langsung berlaku larangan: nggak boleh nikah, potong kuku, berburu, pakai wangi. Baju itu jadi “alarm” bahwa kita sudah masuk kondisi suci, mirip orang salat pakai takbiratul ihram.

3. Syarat sah untuk laki-laki

Untuk laki-laki,  pakaian ihram itu _wajib_. Kalau umrah/haji tapi nggak pakai ihram, niatnya tidak sah. Wajib pakai 2 helai kain: izar di bawah & rida’ di atas. Nggak boleh baju,  celana, kaos, peci. Kalau dilanggar sengaja maka kena dam.

Untuk jamaah putri beda:

Wanita _tidak wajib_ pakai kain putih. “Adapun wanita, boleh melakukan ihram sesuai keinginannya, baik hitam, hijau atau selain keduanya. Namun hendaknya berhati-hati dari tindakan menyerupai laki-laki dalam berpakaian”. Yang dilarang cuma niqab & sarung tangan. Jadi ibu-ibu tetap pakai gamis biasa, asal menutup aurat.

4. Kapan mulai pakainya?

Di miqat Bir Ali karena kita dari Madinah. Kita niat di miqot dan pakai ihram. Kalau lewat miqat belum ihram maka wajib bayar dam 1 kambing.

Inti baju ihram:

Itu “seragam tauhid”. Ngajarin kita di depan Allah nggak ada beda harta & jabatan. Yang beda cuma takwa.

Jadi ihram bukan sekadar kain putih, Pak. Tapi latihan mati sebelum mati. Melepas atribut dunia, kembali fitrah menghadap Allah.

Sumber : https://suarabojonegoro.com/ihrom-baju-latihan-mati-sebelum-mati/

1.103 Pasutri di Bojonegoro Kandas, Selingkuh jadi Biang Kerok Utama

1.103 Pasutri di Bojonegoro Kandas, Selingkuh jadi Biang Kerok Utama

Ilustrasi perceraian akibat perselingkuhan (Foto: ChatGpt Ai)

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com – Sebanyak 1.103 pasangan suami istri (Pasutri) di Kabupaten Bojonegoro memilih mengakhiri hubungan  keluarganya di meja Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro. Rupanya, perselingkuhan menjadi biang kerok utama, hancurnya rumah tangga pasutri tersebut.

Berdasarkan data yang tercatat di PA Bojonegoro hingga April 2026 ini, perkara cerai gugat yang diajukan pihak istri mendominasi dengan 832 kasus. Sementara itu, cerai talak yang diajukan suami tercatat sebanyak 271 perkara.

Perselisihan dan pertengkaran berkepanjangan menjadi faktor paling dominan dalam kasus perceraian tersebut. Tercatat, sebanyak 413 perkara dipicu konflik rumah tangga yang terus terjadi tanpa penyelesaian. Faktor ini menjadi penyebab tertinggi dibanding persoalan lainnya.

Panitera  Pengadilan Agama Bojonegoro, Sholikin Jamik mengungkapkan, konflik rumah tangga biasanya dipicu oleh banyak persoalan yang saling berkaitan. Namun, yang terbanyak disebabkan oleh perselingkuhan yang menjadi konflik terus menerus.

“Yang amat sangat banyak itu perselingkuhan, termasuk ada indikasi punya WIL (wanita idaman lain) maupun PIL (pria idaman lain),” ungkap Sholikin, Jumat (15/5/2026).

Selain perselingkuhan, lanjut Sholikin, persoalan ekonomi juga masih menjadi pemicu utama dalam rumah tangga. Mulai dari nafkah yang dianggap kurang mencukupi hingga kebiasaan berutang tanpa sepengetahuan pasangan.

“Punya utang tanpa sepengetahuan istri atau laki-laki juga ada,” beber Sholikin sembari menunjukkan statistik angka perceraian.

Tak hanya itu, campur tangan pihak ketiga, terutama  keluarga, juga disebut kerap memperkeruh hubungan pasangan suami istri hingga berujung perceraian.

Tak berhenti disitu, data pengadilan juga mencatat penyebab lain seperti perjudian, meninggalkan pasangan, hingga kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), meski jumlahnya tidak sebesar konflik berkepanjangan dan perselingkuhan. [riz/mad]

Sumber : https://blokbojonegoro.com/2026/05/15/1103-pasutri-di-bojonegoro-kandas-selingkuh-jadi-biang-kerok-utama

Mengapa Harus Thawaf saat Haji dan Umrah?

Oleh Sholikin Jamik

Thawaf bukan sekadar muter-muter Ka’bah Ada dalil, sejarah, dan hakekat yang dalam.

1. Karena perintah Allah langsung

“Dan hendaklah mereka melakukan thawaf di sekeliling Baitul Atiq” [QS. Al-Hajj: 29]

Baitul Atiq = Ka’bah. Ini perintah wajib. Haji tanpa thawaf Ifadah = hajinya tidak sah. Umrah tanpa thawaf = umrahnya batal.

Nabi ? waktu haji Wada’ juga thawaf 7 putaran. Kata beliau: “Ambillah dariku manasik haji kalian” [HR. Muslim]. Jadi kita thawaf karena ikut Nabi, Nabi ikut perintah Allah.

2. Melanjutkan ibadahnya Nabi Ibrahim AS

Ka’bah dibangun Nabi Ibrahim & Ismail untuk thawaf.
“Dan ingatlah ketika Kami jadikan rumah itu tempat berkumpul bagi manusia… dan Kami perintahkan Ibrahim & Ismail: Sucikanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf” [QS. Al-Baqarah: 125]

Jadi waktu Bapak thawaf, hakekatnya Bapak sedang napak tilas jejak Nabi Ibrahim 4000 tahun lalu. Melanjutkan sunnah para Nabi.

3. Hakekat Thawaf: Simbol penghambaan total

a. Ka’bah di bumi = Baitul Makmur di langit
Malaikat di langit thawaf mengelilingi Baitul Makmur 70.000 malaikat tiap hari, tidak kembali lagi. Kita di bumi disuruh thawaf Ka’bah meniru malaikat. Tanda kita ini hamba, Allah itu Raja. Kita muter, Allah di tengah jadi pusat hidup.

b. Lawan arah jarum jam = Lawan hawa nafsu
Semua alam muter thawaf: bumi keliling matahari, elektron keliling inti, darah keliling tubuh. Semuanya lawan arah jarum jam. Thawaf ngajarin: hidup kita harus selaras dengan sunnatullah. Jangan melawan fitrah. Harus gerak, tapi tetap Ka’bah = Allah sebagai pusat.

c. 7 putaran = Angka sempurna
7 hari, 7 langit, 7 ayat Al-Fatihah. Ulama bilang 7 putaran tanda kesungguhan. Sekali dua kali belum cukup. Harus istiqamah sampai 7. Baru sempurna penghambaan.

d. Mulai & selesai di Hajar Aswad
Hajar Aswad itu “tangan kanan Allah di bumi” kata Ibnu Abbas. Waktu kita istimlam/tunjuk, hakekatnya kita baiat ulang: “Ya Allah, aku janji taat”. 7 kali kita perbarui janji.

4. Thawaf = Salat dalam bentuk lain

Nabi ?: _“Thawaf di Baitullah itu seperti salat, hanya saja Allah bolehkan kalian bicara saat thawaf. Barangsiapa bicara, jangan bicara kecuali yang baik”_ [HR. Tirmidzi]

Makanya syarat thawaf mirip salat: suci, tutup aurat, wudhu. Bedanya boleh ngobrol dikit & makan minum kalau perlu. Jadi thawaf itu salat-nya para malaikat yang kita tiru.

5. Efek untuk hati

Imam Ghazali di Ihya bilang: “Waktu thawaf, bayangkan hatimu yang thawaf mengelilingi kebesaran Allah. Badan muter Ka’bah, hati muter Arsy.”

Itu sebabnya banyak orang nangis saat thawaf. Karena berasa kecil, berasa deket, berasa rindu. Semua pangkat, harta, dosa, lepas. Tinggal aku & Allah.

Jenis thawaf:
1. Thawaf Qudum: Sunnah pas baru datang ke Mekah
2. Thawaf Ifadah: Rukun haji, wajib. Kalau tinggal = haji tidak sah
3. Thawaf Wada: Wajib sebelum pulang, pamitan ke Ka’bah
4. Thawaf Umrah: Rukun umrah
5. Thawaf Sunnah: Kapan saja, pahala besar

Jadi kenapa harus thawaf?*
Karena Allah suruh. Karena Nabi contohkan. Karena itu cara kita bilang: “Ya Allah, hidupku muter cuma buat Engkau. Engkau pusatku, tujuanku, awal & akhirku.”

Thawaf ngajarin tauhid yang dipraktekkan, bukan cuma diucap.

Semoga nanti thawafnya khusyuk. Mulai putaran pertama niat: “Ini putaran taubat”. Kedua: “Putaran syukur”. Sampai 7 putaran, hati jadi enteng.

Sumber : https://upwarta.com/mengapa-harus-thawaf-saat-haji-dan-umrah/

Makna Bacaan Talbiyah bagi Jemaah Haji dan Umroh

PEMANTAPAN jamaah haji menjelang berangkat ke Mekah di hari kempat, Pembimbing KBIHU Masyarakat Madani Bojonegoro di Madinah, Sabtu (9/5/26) membahas kalimat Talbiyah. Bagi jamaah haji bacaan Talbiyah bukan sekadar kalimat yang diucapkan di mulut. Ini “ikrar kontrak” antara hamba dengan Allah saat mulai ihram.

 

 

Lafadz Talbiyah

????????? ?????????? ?????????? ????????? ??? ???????? ???? ?????????? ????? ????????? ????????????? ???? ??????????? ??? ???????? ????

Artinya:
“Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.”

Ini 5 Hakekat Talbiyah yang dalam:

1. Labbaik adalah Jawaban atas panggilan Nabi Ibrahim AS
Allah perintahkan Ibrahim: “Dan serulah manusia untuk berhaji” [QS. Al-Hajj: 27].
Lalu Ibrahim berseru di atas Jabal Abu Qubais. Arwah manusia menjawab: “Labbaik”.

Jadi saat membaca talbiyah, hakekatnya sedang menunaikan janji ruh Bapak sejak zaman azali. Bapak sedang bilang: “Ya Allah, dulu ruhku sudah janji mau datang. Sekarang badanku buktikan.”

2. Ikrar Tauhid total: “Laa syariika lak”
Inti talbiyah ada di kalimat “tiada sekutu bagi-Mu”. Ihram itu latihan mati. Talbiyah itu ikrar: “Mulai detik ini ya Allah, aku lepas semua tuhan-tuhan kecil di hatiku: harta, jabatan, anak, gengsi. Cuma Engkau yang aku tuju.”

Karena itu talbiyah diulang-ulang. Biar tauhidnya nancep ke hati.

3. Pengakuan: semua milik Allah
“Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk”
Segala puji, nikmat, kerajaan = milik Allah.

Hakekatnya: “Ya Allah, aku bisa haji/umrah ini bukan karena aku kaya, kuat, pinter ngatur. Ini semua nikmat-Mu. Bahkan napas buat baca talbiyah ini juga dari-Mu.” Jadi hilanglah ujub & sombong.

4. Status baru: Tamu Allah
Begitu baca talbiyah, Bapak resmi jadi Duyufurrahman = Tamu Allah. Kata Nabi ?: _“Orang yang haji dan umrah adalah tamu Allah. Jika mereka berdoa, Allah kabulkan. Jika minta ampun, Allah ampuni”_ [HR. Ibnu Majah].

Tamu itu dijaga, dimuliakan, dijamu. Makanya selama ihram, kita dijaga dengan larangan-larangan ihram.

5. Latihan ikhlas sepanjang perjalanan
Talbiyah disunnahkan dikeraskan bagi laki-laki, diulang tiap ganti kondisi: naik kendaraan, turun, ketemu rombongan, habis salat.

Hikmahnya biar hati terus eling. Di pesawat “Labbaik”, di bus “Labbaik”, di padang Arafah “Labbaik”. Artinya hidup kita itu isinya cuma menjawab panggilan Allah terus.

Adab membaca Talbiyah:

  1. Dimulai setelah niat ihram di miqat sampai mulai tawaf
  2. Laki-laki sunnah suara keras, perempuan lirih
  3. Berhenti talbiyah: Umrah sampai saat lihat Ka’bah mau tawaf. Haji sampai saat melontar Jumrah Aqabah 10 Dzulhijjah
  4. Jangan dicampur nyanyian/tepuk tangan. Khusyuk saja!

Imam Syafi’i bilang: “Aku tidak tahu ada kalimat dzikir yang lebih agung saat ihram selain talbiyah. Karena isinya tauhid, syukur, dan penghambaan total.”

Jadi hakekat talbiyah itu: jawaban cinta. Allah panggil, kita jawab “Saya datang ya Rabb”. Bukan karena Ka’bah, bukan karena gelar haji, tapi karena rindu sama Pemilik Ka’bah.

Semoga talbiyah jamaah haji kita nanti bukan cuma di lisan, tapi sampai meresap ke hati. Aamiin.

Ditulis oleh: Sholikin Jamik, Pembimbing KBIHU Masyarakat Madani Bojonegoro dari Madinah 

Sumber : https://kabarpasti.com/makna-bacaan-talbiyah-bagi-jemaah-haji-dan-umroh/

Hakekat Thawaf Adalah Taubat

Oleh: Sholikin Jamik, Pembimbing Jamaah Haji KBIHU Masyarakat Madani 

Meskipun bukan perintah khusus buat Adam, semangat thawaf = taubat. Kenapa?

1. Thawaf itu istighfar dengan badan
Waktu thawaf kita baca: _“Rabbana atina fid-dunya hasanah… wa qina ‘adzaban nar”_. Isinya minta ampun & selamat. 7 putaran = 7 kali ngemis ampun.

2. Simbol kembali ke Allah
Adam diusir dari surga karena dosa. Kita thawaf muter Ka’bah tanda: “Ya Allah, aku balik. Aku muter-muter dunia kejauhan. Sekarang aku pulang ke Engkau.”

3. Hajar Aswad = Saksi Taubat
Nabi ?: “Hajar Aswad turun dari surga… akan jadi saksi bagi yang mengusapnya dengan benar”[HR. Tirmidzi]. Waktu istimlam, kita kayak salaman bilang: “Ya Allah, aku taubat, saksikan”.

Imam Ghazali bilang: “Thawaf itu gerakan orang bingung yang nemu jalan pulang. Muter karena cinta, nangis karena dosa.”

4. Kesimpulan Tarjih

Majelis Tarjih Muhammadiyah: Kisah Adam thawaf itu israiliyat, tidak bisa dijadikan dalil. Yang jadi pegangan: QS. Al-Hajj: 29 & hadits Nabi ?.

Jadi kalau ada yang bilang “thawaf wajib karena Adam taubat begitu”, itu kurang tepat. Yang tepat: Kita thawaf karena Allah perintahkan lewat Ibrahim & Muhammad. Dan thawaf adalah cara paling nyata buat taubat.

Jadi gimana sikap kita?
1. Resapi thawaf sebagai momen taubat kita sendiri. Bayangkan dosa 60 tahun rontok tiap putaran.
2. Fokus niat: “Ya Allah, aku thawaf karena perintah-Mu. Terima taubatku seperti Engkau terima taubat Adam”

Itu lebih selamat & sesuai sunnah.

Jadi , thawaf itu bukan hanya napak tilas taubat Adam, tapi napak tilas taubatnya seluruh manusia yang mau kembali ke Allah. Adam bapak kita, Ibrahim nenek moyang kita, Muhammad Nabi kita. Semua ketemu di thawaf.

Semoga thawafnya nanti jadi thawaf taubat yang diterima. Aamiin!!

Sumber : https://kabarpasti.com/hakekat-thawaf-adalah-taubat/

Jamaah Laki-Laki Tua Pakai Pampers Saat Ihram

 

Jamaah haji dari KBIHU Masyarakat Madani yang berasal dari desa Klino Kecamatan Sekar berkebutuan khusus dan kadang lupa ingatan dan saat ihrom untuk menjaga kebersihan harus memakai pempes, pertanyaanya, bolehkan saat ihrom pakai pembes. Jawabannya Boleh, tidak kena dam?

Oleh Sholikin Jamik

Hukumnya: Mubah/boleh karena darurat & kebutuhan.* Tidak membatalkan ihram dan tidak wajib bayar fidyah.

Penjelasannya:

1. Pampers bukan termasuk “pakaian berjahit” yang dilarang
Yang dilarang bagi laki-laki ihram adalah memakai pakaian yang membentuk anggota tubuh: baju, celana, kaos, sarung tangan, kaos kaki.

Pampers/diaper itu fungsinya penutup najis, bukan pakaian. Sama seperti perban, plester luka, atau penyangga medis. Ulama Lajnah Daimah fatwa no. 13737: _“Memakai pembalut untuk menahan kencing karena sakit saat ihram hukumnya boleh dan tidak ada fidyah, karena darurat.”_

2. Kaidah fiqih: Adh-dharuratu tubiihul mahzhuraat
“Keadaan darurat membolehkan hal yang dilarang”. Orang tua yang tidak bisa menahan buang air kecil/besar termasuk udzur syar’i.

Allah berfirman: _“Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai kesanggupannya”_ [QS. Al-Baqarah: 286]

3. Tetap wajib jaga kesucian untuk salat & tawaf
Pampers boleh, tapi kalau isinya najis harus diganti sebelum salat/tawaf. Tawaf syaratnya suci dari hadas & najis.

Tips praktis untuk Bapak yang pakai pampers saat ihram:

1. Pilih pampers celana bukan yang ada perekat samping. Lebih mudah ganti & tidak menyerupai celana dalam berjahit
2. Bawa pampers cadangan banyak di tas ihram. Ganti tiap habis buang air atau minimal tiap mau salat
3. Pakai izar yang lebar biar pampers tidak kelihatan & tidak ketat membentuk aurat
4. Kalau bocor ke kain ihram: Cukup ganti pampers & cuci bagian kain ihram yang kena najis. Ihram tetap sah
5. Tidak perlu wudhu ulang tiap ganti pampers, kecuali memang batal wudhu. Cukup bersihkan najisnya

4. Apakah kena fidyah?
Tidak. Karena 3 syarat kena fidyah tidak terpenuhi:
1. Sengaja tanpa udzur ? ini udzur
2. Untuk ber-mewah-mewah ? ini untuk hajat
3. Ada pilihan lain ? tidak ada

Syaikh Ibnu Utsaimin: _“Orang sakit yang harus pakai sesuatu yang menutupi karena sakitnya, boleh dan tidak ada fidyah.”_

5. Catatan penting:
Kalau Bapak masih kuat, usahakan ke toilet tiap 2-3 jam biar pampers tidak penuh. Tapi kalau memang beser/tidak bisa kontrol, pakai pampers adalah bentuk Allah memudahkan. Jangan malu. Jaga kesehatan lebih utama.

Jadi Bapak tenang saja. Pakai pampers karena udzur usia adalah boleh 100%. Haji Bapak tetap sah, insyaAllah mabrur.

Yang penting: Niat ihramnya benar, jauhi larangan ihram yang lain, dan perbanyak talbiyah & dzikir.

Semoga Allah mudahkan semua manasik kita amin

Sumber : https://suarabojonegoro.com/jamaah-laki-laki-tua-pakai-pampers-saat-ihram/

Gunung yang di cintai Rosulullah 

 

Oleh : Sholikin Jamik

KBIHU Masyarakat Madani Bojonegoro, menyakini Mengapa dianjurkan ziarah ke Jabal Uhud ketika di Madinah sehingga saat di madinah dengan suka cita berziarah.

Ziarah ke Jabal Uhud memang bukan wajib, tapi sangat dianjurkan karena nilai sejarah dan keutamaannya dalam Islam.

1. Gunung yang dicintai Rasulullah ? dan mencintai beliau

Rasulullah ? bersabda: _“Uhud adalah gunung yang mencintai kita dan kita mencintainya”_ [HR. Bukhari & Muslim]

Ini satu-satunya gunung yang disebut Nabi punya “rasa cinta”. Karena itu umat Islam juga mencintai Uhud.

2. Saksi sejarah Perang Uhud 3 H

Di sini terjadi Perang Uhud, perang besar kedua setelah Badar. 70 sahabat syahid, termasuk paman Nabi: Hamzah bin Abdul Muthalib _“Singa Allah”_. Rasulullah ? sendiri terluka di sini: gigi patah, wajah berdarah, helm pecah.

Ziarah ke Uhud sama dengan mengingat pengorbanan Rasul & sahabat untuk tegaknya Islam. Jadi pelajaran iman dan kesabaran.

Situs & Bangunan Bersejarah

3. Ziarah ke makam syuhada Uhud

Di kaki Jabal Uhud ada komplek pemakaman 70 syuhada Uhud. Rasulullah ? rutin ziarah ke sini. Beliau bersabda: _“Berilah salam kepada mereka, demi Allah, tidak ada seorang pun yang memberi salam kepada mereka hingga hari kiamat, kecuali mereka menjawabnya”_ [HR. Al-Hakim]

Doa salam saat ziarah: _“Assal?mu ‘alaikum ahlad-diy?ri minal-mu’min?na wal-muslim?n…”_

4. Uhud bagian dari surga

Nabi ? bersabda: _“Uhud adalah salah satu bukit surga”_ [HR. Bukhari]. Ada juga riwayat: _“Empat gunung dari gunung-gunung surga: Uhud, Wariqan, Thur, dan Lubnan”_

5. Ibrah dari kekalahan Uhud

Kekalahan di Uhud karena sebagian pemanah turun dari bukit melanggar perintah Nabi. Jadi Uhud ngajarin kita, taat pada Rasul sama dengan kunci kemenangan. Melanggar perintah, bisa gagal walau niatnya baik.

Islam

Adab ziarah ke Uhud:

1. Niatnya ziarah & tadabbur, bukan “wisata” biasa

2. Ucapkan salam ke syuhada Uhud saat di pemakaman

3. Jangan minta-minta ke kuburan. Doa hanya ke Allah

4. Ambil pelajaran, bukan cuma foto

5. Jaga adab: tidak berteriak, tidak memanjat makam

Jadi ke Uhud untuk mengenang syuhada, meneladani pengorbanan, dan dapat syafaat cinta Nabi ke tempat yang beliau cintai.

Sumber : https://suarabojonegoro.com/gunung-yang-di-cintai-rosullah/

Tarwiyah, Momen untuk Merenung

 Hari Tarwiyah itu tanggal 8 Zulhijah. Hari itu jemaah haji mulai bergerak dari Makkah ke Mina. Jemaah menuju Mina ini "harus” ke sana bukan karena wajib fi’li, tapi karena itu sunnah Nabi saw. dan bagian dari rangkaian manasik.

Tarwiyah, Momen untuk Merenung

Hari Tarwiyah itu tanggal 8 Zulhijah. Hari itu jemaah haji mulai bergerak dari Makkah ke Mina. Jemaah menuju Mina ini "harus” ke sana bukan karena wajib fi’li, tapi karena itu sunnah Nabi saw. dan bagian dari rangkaian manasik.

Kata _tarwiyah_ dari kata _rawiya_ berarti memberi minum sampai puas. Penamaan ini bermula pada zaman dahulu, jemaah dan hewan kurban belum bawa air banyak. Mereka berhenti di Mina tanggal 8 Zulhijah untuk minum, mengisi bekal air, dan istirahat sebelum ke Arafah yang tandus. Jadi tarwiyah adalah “hari memberi minum”.

Ada juga riwayat bahwa Nabi Ibrahim bermimpi menyembelih Ismail tanggal 8 Zulhijjah. Beliau _tarawwa_ bermakna merenung, mikir: “Ini mimpi dari Allah Swt. atau bukan?”. Dari riwayat itu disebutlah tarwiyah.

Selain itu, terdapat dalil dan Sunnah Nabi saw. Nabi saw. berangkat ke Mina tanggal 8 Zulhijah setelah salat zuhur, lalu bermalam di sana.

Jabir bin Abdillah berkata sebagaimana diriwayatkan Muslim: “Nabi saw. memerintahkan kami ketika hendak berangkat ke Mina agar berihram. Kami berangkat ke Mina, lalu salat zuhur, asar, magrib, isya, dan subuh di sana. Kemudian beliau berangkat ke Arafah setelah matahari terbit.”

Jadi yang “harus” dilakukan bukan menginap di Mina itu sendiri, tapi Wukuf di Arafah tanggal 9. Menginap di Mina tanggal 8 adalah sunnah muakkadah, mengikuti Nabi saw.

Hikmah kenapa ada hari Tarwiyah.

Pertama, persiapan fisik dan mental. Perjalanan Makkah ke Arafah 22 km, dahulu dilalui dengan jalan kaki. Butuh istirahat di Mina biar kuat Wukuf besoknya. Sekarang pakai bus juga tetap membutuhkan jeda. Kalau langsung dari Makkah ke Arafah tanggal 9, jemaah kelelahan dan tidak khusyuk ibadah.

Kedua, latihan hidup sederhana. Di Mina tidak ada hotel mewah. Tenda, berdesakan, panas. Itu latihan tentanh "hidup ini sementara. Aku bisa hidup cukup dengan tenda dan roti”. Mirip Padang Mahsyar nanti.

Ketiga, pemisah antara umrah dan haji. Bagi yang haji Tamattu’, tanggal 8 itu momen ganti dark mode dari umrah selesai, masuk manasik haji. Ihram haji dimulai lagi, talbiyah dikumandangkan lagi.

Keempat, mengikuti sunnah Ibrahim dan Muhammad. Kita ulang lagi kisah Ibrahim yang mikir semalaman sebelum menyembelih Ismail. Kita juga mikir semalaman di Mina: “Besok aku mau ngomong apa di hadapan Allah di Arafah?”

Kelima, kalau tidak ke Mina tanggal 8, bagaimana? Hukumnya: Tidak apa-apa, haji tetap sah, karena rukun itu wukuf Arafah tanggal 9. Menginap di Mina malam Tarwiyah itu sunnah.

Akan tetapi sekarang karena jemaah padat, banyak jemaah Indonesia langsung berangkat ke Arafah malam 8 Zulhijah agar memperoleh tempat. Hal ini boleh, asal jangan tinggal Wukuf.

Hal-hal yang dilakukan di hari Tarwiyah, yaitu: (1) salat 5 waktu qashar tanpa jama’: zuhur 2 rakaat, asar 2 rakaat, dst. Sesuai sunnah; (2) perbanyak talbiyah*: “Labbaik Allahumma labbaik…”; (3) zikir, tilawah, muhasabah*: Besok Arafah, hari paling penting, maka persiapkan doa; (4) Istirahat: simpan tenaga untuk wukuf.

Tarwiyah bukan rukun haji, tapi _pos istirahat_ yang Nabi ajarkan. Posisi kita kayak musafir hendak ketemu Raja. Malamnya menginap dulu, mandi, siap-siap, biar besok pas ketemu Raja di Arafah, hati dan badan siap.

Oleh: Sholikin Jamik

Sumber : https://lenteramu.or.id/post/tarwiyah-momen-untuk-merenung/

Ihram: Saat Manusia Menanggalkan Dunia dan Belajar Kembali Menjadi Hamba

Oleh: Drs Sholikin Jamik SH MH, Wakil Ketua PDM Bojonegoro
 

Kedungademmu.idjamaah umrah KBIHU Masyarakat Madani akan memulai perjalanan suci menuju Tanah Haram. Sebelum melangkah lebih jauh, ada satu hal yang wajib dikenakan oleh jamaah laki-laki: ihram.

Bagi sebagian orang, ihram mungkin hanya tampak seperti dua lembar kain putih tanpa jahitan. Namun sesungguhnya, di balik kesederhanaan itu tersimpan pelajaran besar tentang kehidupan, kematian, dan ketundukan total kepada Allah Swt.

Rasulullah ? telah mencontohkan penggunaan ihram saat menunaikan haji wada’. Beliau mengenakan dua helai kain putih sederhana. Dari situlah umat Islam memahami bahwa ihram bukan sekadar tradisi, melainkan bagian penting dalam ibadah haji dan umrah.

Namun, makna ihram jauh lebih dalam daripada sekadar pakaian.

Ketika seseorang memakai ihram, semua simbol dunia seakan runtuh. Tidak ada lagi perbedaan antara pejabat dan rakyat biasa, antara orang kaya dan orang miskin. Semua berdiri dalam pakaian yang sama, memanggul doa dan harapan yang sama di hadapan Allah.

Tidak ada jas mahal. Tidak ada seragam kebesaran. Tidak ada tanda pangkat dan jabatan.

Ihram mengajarkan bahwa kemuliaan manusia bukan terletak pada apa yang dipakai, melainkan pada kadar takwanya.

Karena itu, banyak ulama menyebut ihram sebagai latihan “mati sebelum mati”. Kain putih yang dikenakan jamaah mengingatkan manusia pada kain kafan. Bahwa suatu hari nanti, semua manusia akan kembali kepada Allah tanpa membawa apa pun selain amal ibadahnya.

Saat ihram dikenakan, berbagai larangan juga mulai berlaku. Jamaah tidak boleh memakai wewangian, memotong kuku, berburu, ataupun melakukan hal-hal tertentu yang biasanya bebas dilakukan sehari-hari. Semua itu menjadi latihan pengendalian diri agar hati lebih fokus kepada Allah.

Di situlah letak pendidikan spiritual dari ihram. Manusia diajak menanggalkan kesibukan dunia dan membersihkan jiwanya sebelum memasuki rumah Allah.

Bagi jamaah laki-laki, ihram menjadi syarat penting yang harus dipenuhi. Mereka wajib memakai dua helai kain: izar di bagian bawah dan rida’ di bagian atas. Sedangkan jamaah perempuan tetap diperbolehkan memakai pakaian muslimah biasa yang menutup aurat dengan baik.

Ihram biasanya dimulai dari miqat. Jamaah dari Madinah lazim mengambil miqat di Bir Ali sebelum melanjutkan perjalanan menuju Makkah.

Pada akhirnya, ihram bukan hanya tentang pakaian putih. Ia adalah simbol ketundukan, kesederhanaan, dan pengingat bahwa manusia hanyalah hamba di hadapan Sang Pencipta.

Sebab di hadapan Allah, yang membedakan manusia bukanlah harta ataupun jabatan, melainkan hati yang bersih dan ketakwaan yang tulus.

Sumber : https://www.kedungademmu.id/2026/05/ihram-saat-manusia-menanggalkan-dunia.html

Gunung yang Dicintai Rosulullah

UpWarta.com – KBIHU Masyarakat Madani Bojonegoro, menyakini Mengapa dianjurkan ziarah ke Jabal Uhud ketika di Madinah sehingga saat di madinah dengan suka cita berziarah.

Ziarah ke Jabal Uhud memang bukan wajib, tapi sangat dianjurkan karena nilai sejarah dan keutamaannya dalam Islam.

1. Gunung yang dicintai Rasulullah ? dan mencintai beliau
Rasulullah ? bersabda: “Uhud adalah gunung yang mencintai kita dan kita mencintainya” [HR. Bukhari & Muslim]
Ini satu-satunya gunung yang disebut Nabi punya “rasa cinta”. Karena itu umat Islam juga mencintai Uhud.

2. Saksi sejarah Perang Uhud 3 H
Di sini terjadi Perang Uhud, perang besar kedua setelah Badar. 70 sahabat syahid, termasuk paman Nabi: Hamzah bin Abdul Muthalib “Singa Allah”. Rasulullah ? sendiri terluka di sini: gigi patah, wajah berdarah, helm pecah.

Ziarah ke Uhud sama dengan mengingat pengorbanan Rasul & sahabat untuk tegaknya Islam. Jadi pelajaran iman dan kesabaran.

3. Ziarah ke makam syuhada Uhud
Di kaki Jabal Uhud ada komplek pemakaman 70 syuhada Uhud. Rasulullah ? rutin ziarah ke sini. Beliau bersabda: “Berilah salam kepada mereka, demi Allah, tidak ada seorang pun yang memberi salam kepada mereka hingga hari kiamat, kecuali mereka menjawabnya” [HR. Al-Hakim]

Doa salam saat ziarah: “Assal?mu ‘alaikum ahlad-diy?ri minal-mu’min?na wal-muslim?n…”

4. Uhud bagian dari surga
Nabi ? bersabda: “Uhud adalah salah satu bukit surga”_[HR. Bukhari]. Ada juga riwayat: “Empat gunung dari gunung-gunung surga: Uhud, Wariqan, Thur, dan Lubnan”

5. Ibrah dari kekalahan Uhud
Kekalahan di Uhud karena sebagian pemanah turun dari bukit melanggar perintah Nabi. Jadi Uhud ngajarin kita, taat pada Rasul sama dengan kunci kemenangan. Melanggar perintah, bisa gagal walau niatnya baik.

Adab ziarah ke Uhud:
1. Niatnya ziarah & tadabbur, bukan “wisata” biasa
2. Ucapkan salam ke syuhada Uhud saat di pemakaman
3. Jangan minta-minta ke kuburan. Doa hanya ke Allah
4. Ambil pelajaran, bukan cuma foto
5. Jaga adab: tidak berteriak, tidak memanjat makam

Jadi ke Uhud untuk mengenang syuhada, meneladani pengorbanan, dan dapat syafaat cinta Nabi ke tempat yang beliau cintai.

Sumber : https://upwarta.com/gunung-yang-dicintai-rosulullah/

ZONA INTEGRITAS WBK Wilayah Bebas dari Korupsi
Logo WBK
Logo BerAKHLAK
Logo Bangga Melayani Bangsa
SURVEI KEPUASAN MASYARAKAT IKM 3,98 / 4,00 Sangat Baik Isi Survei Sekarang
LIVE CCTV