Dari 5S Menjadi 6S: PA Bojonegoro Jadikan "Sedekah Senyum" Sebagai Standar Baru Pelayanan Prima
Bojonegoro, 6 Oktober 2026 M - 25 Rabiul Akhir 1448 H
Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro kembali menggelar kegiatan briefing pagi guna menjaga standar kualitas pelayanan publik yang prima. Kegiatan pembinaan rutin ini dipimpin langsung oleh Bapak Drs. Abd Gani, M.H., yang bertindak sebagai salah satu Hakim Pengawas Bidang. Arahan pada pagi hari tersebut ditujukan kepada seluruh garda terdepan pengadilan, mulai dari satuan pengamanan kantor, petugas pengamanan sidang, petugas antrean, hingga petugas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya konsistensi penerapan budaya kerja 5S yang meliputi Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun di setiap lini pelayanan.
Pada kesempatan yang berharga itu, Bapak Gani juga meneruskan sebuah pesan inspiratif dari Ketua Pengadilan Tinggi Agama (KPTA) Surabaya. Pesan tersebut menginstruksikan seluruh aparatur peradilan untuk meningkatkan standar budaya pelayanan dari 5S menjadi 6S. Penambahan unsur keenam dalam budaya kerja tersebut adalah "Sedekah", yang harus diaplikasikan dalam interaksi sehari-hari dengan masyarakat. Beliau menegaskan bahwa bentuk sedekah dalam pelayanan publik tidak harus berupa uang, melainkan bisa diwujudkan dengan sangat mudah melalui sedekah senyum yang tulus.
Lebih lanjut, beliau mengajak seluruh petugas untuk lebih menyelami kondisi psikologis para masyarakat pencari keadilan yang datang ke pengadilan. Harus disadari sepenuhnya bahwa masyarakat yang melangkahkan kaki ke kantor ini adalah mereka yang sedang memikul beban permasalahan berat dari rumah. Kondisi emosional yang tidak stabil tersebut sering kali membuat mereka datang dalam keadaan kalut dan tidak mampu berpikir dengan jernih. Oleh karena itu, kesabaran ekstra dari petugas dalam melayani dan mendengarkan keluh kesah masyarakat menjadi kunci utama dalam meredam ketegangan tersebut.
Petugas diinstruksikan untuk selalu sabar dalam menjelaskan setiap prosedur berperkara maupun dalam memberikan gambaran utuh terkait penyelesaian masalah. Rutinitas briefing pagi semacam ini tentunya memberikan manfaat yang sangat besar dan langsung dirasakan oleh masyarakat Bojonegoro. Masyarakat akan merasa lebih dihargai, terlayani dengan baik, dan mampu menemukan solusi pencerahan atas permasalahan keluarga yang sedang mereka hadapi. Dengan pelayanan yang empatik, beban pikiran masyarakat pencari keadilan akan jauh lebih ringan saat berhadapan dengan birokrasi dan proses hukum di pengadilan.
Pelaksanaan kegiatan briefing pagi ini diharapkan menjadi motivasi pendorong bagi seluruh aparatur dalam memberikan dedikasi terbaiknya setiap hari. "Pelayanan kita harus selalu dilandasi dengan kesabaran, karena penjelasan dan senyum kita adalah penawar pertama bagi masyarakat yang sedang dirundung masalah, maka bersedekahlah walau hanya dengan senyum," ungkap Bapak Gani, Komentar beliau tersebut menjadi pengingat yang kuat bahwa wajah peradilan yang humanis selalu berawal dari sapaan hangat para petugas garda terdepan. Ke depannya, PA Bojonegoro akan terus berkomitmen penuh untuk menghadirkan pelayanan hukum yang tidak hanya menjunjung tinggi profesionalitas, tetapi juga berlandaskan rasa kepedulian yang mendalam. Snd