logo

Written by Super User on . Hits: 8

Doa Rosul di Thoif, Puncak Kesabaran adalah Ridho

 

 
 
 

Oleh: Sholikin Jamik*)

Doa Nabi ﷺ di Thaif ini dibaca beliau waktu berteduh di kebun anggur, badan luka-luka habis dilempari penduduk Thaif.

Doa ini disebut “Doa Al-Madhlum”  doanya orang yang terzalimi. Isinya pengaduan paling mengharukan ke Allah
Ya Allah, kepada-Mu aku mengadukan lemahnya kekuatanku, sedikitnya upayaku, dan hinanya diriku di hadapan manusia.

Wahai Dzat yang paling Penyayang di antara para penyayang. Engkau Tuhan orang-orang yang lemah, dan Engkau juga Tuhanku.

Kepada siapa Engkau akan menyerahkanku? Kepada orang jauh yang akan berwajah masam kepadaku? Atau kepada musuh yang Engkau kuasakan atas urusanku?

Jika Engkau tidak murka kepadaku, maka aku tidak peduli. Akan tetapi afiat dari-Mu lebih luas bagiku.

Aku berlindung dengan cahaya wajah-Mu yang telah menyinari kegelapan, dan dengannya menjadi baik urusan dunia dan akhirat, dari turunnya murka-Mu kepadaku, atau singgahnya kemarahan-Mu atasku.

Untuk-Mu aku tunduk dan patuh sampai Engkau ridha. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Mu.

[HR. Thabrani, dan dinilai hasan oleh Al-Albani]

4 Pelajaran dari doa ini:

1. Ngadu ke Allah, bukan ke manusia
Awal doa: “Ilaika asyku” = Kepada-Mu aku mengadu. Nabi ﷺ nggak curhat ke Zaid, nggak ngeluh ke penduduk Mekah. Langsung ke Allah. Itu adab orang beriman.

2. Akui lemah di hadapan Allah
“Lemahnya kekuatanku, sedikitnya upayaku”. Padahal beliau Nabi. Tapi tetap merasa lemah. Kita yang manusia biasa, lebih pantas ngaku lemah.

3. Yang penting bukan balas dendam, tapi ridha Allah
Kalimat kuncinya: “In lam yakun bika ‘alayya ghadhabun fala ubali” = Jika Engkau tidak murka kepadaku, maka aku tidak peduli.
Nabi nggak minta Allah hancurin Thaif. Beliau cuma minta Allah ridha. Itu puncak sabar.

4. Penutupnya tawakal total
“Laa hawla wa laa quwwata illa billah” = Nggak ada daya & kekuatan kecuali dengan Allah. Setelah ngadu, pasrah total.

Kapan kita baca doa ini?
1. Lagi dizalimi orang
2. Usaha mentok, jalan buntu
3. Capek batin, ngerasa hina di hadapan orang
4. Butuh kekuatan setelah berjuang

Tips baca: Baca pas sujud terakhir, pas tahajud, atau kapan aja pas lagi sesak. Nggak harus bahasa Arab. Pakai bahasa Indonesia pun Allah paham.

Setelah doa ini, Allah kirim Malaikat + awan menaungi Nabi ﷺ. Jibril nawarin himpitkan gunung ke Thaif. Tapi Nabi tolak. Beliau pilih doa kebaikan.

Itu kenapa Thaif sekarang jadi kota subur, dingin, penuh mawar & anggur. Berkah dari doa Nabi yang nggak dendam.

Sumber : https://kabarpasti.com/doa-rosul-di-thoif-puncak-kesabaran-adalah-ridho/

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Bojonegoro Klas IA

Jalan MH. Thamrin No.88
Bojonegoro,
Jawa Timur

(0353) 881235
(0353) 892229

085117437497 (WA Center)

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Instagram   fb   youtube   twitter

Tautan Pengadilan

Pengadilan Agama Bojonegoro@2024